Breaking News

Selain Diterpa Isu "Pasir Campur Tanah", Mesin Molen dan Semen PT Hasten Perkasa Pernah Dibakar OTK

Semen dan Mesin Molen yang dibakar OTK, beberapa hari sebelum hari pencoblosan 27 November 2024 lalu (Foto: Ist/Swin)

Soppeng, SwaraIndependen.Com--
Sebelum beredar isu yang menyebutkan PT Hasten Perkasa menggunakan material yang tak layak, atau pasir yang bercampur tanah, ternyata pelaksana proyek Reservasi Jalan Malaka - Mari-Mari ini pernah mengalami aksi teror oleh orang tak dikenal. 

Mesin Molen dan Semen mereka dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, di Kelurahan Salokaraja Kecamatan Lalabata, beberapa sebelum hari pencoblosan 27 November 2024 lalu. 

Kejadian tersebut diperkirakan tengah malam, di saat jalan dalam kondisi sepi. Akibatnya, mesin molen mengalami kerusakan, dan puluhan zak semen rusak, karena pembungkusnya terbakat.

Divisi Humas PT Hasten Perkasa, Ullah ST, mengaku heran dengan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

"Ada apa ini, sehingga ada pihak yang berbuat jahat seperti ini; kenapa sampai parah begitu sakit hatinya; kami apakan mereka?" Herannya.

Lanjut Ulla katakan, seperti halnya isu yang menuding jika pelaksana proyek  menggunakan material yang tidak layak, yakni pasir yang bercampur dengan tanah. Itu sama sekali tidak berdasar. Karena yang menentukan layak atau tidaknya material itu digunakan, haruslah melalui test di laboratorium.

Jika dikatakan pasir bercampur tanah atau lumpur, hasil test laboratorium yang bisa menentukan. Pasir yang layak, tidak melebihi 5% kadar lumpur.

"Jadi kalau hanya melihat warna pasir kemerahan, belum tentu tidak layak; banyak pasir yang kelihatan merah, tapi kadar lumpurnya tidak lebih dari 5%," ujarnya.

"Sebelum memasukkan material, kami memasukkan sampel material untuk diuji, sehingga keluar hasil test dan bersyarat, barulah kita masukkan material," tambahnya mengungkapkan.

"Jadi tidak benar itu kalau kami gunakan pasir bercampur tanah; kami gunakan pasir sungai Walennae yang secara teknis memenuhi standar spesifikasi," ujar Ullah.

Sebelumnya diberitakan di media ini, Ullah mempersilahkan mereka untuk datang melihat pasir yang ditampung di stockpile. Bisa melihat langsung kondisi pasir di penampungan material atau stockpile.

"Jangan hanya berasumsi sepihak bahwa itu material tidak sesuai; seandainya memang material yang kami masukkan tidak sesuai spesifikasi, pasti ditolak pihak direksi atau pengguna jasa kami; di sana ada konsultan pengawas dan adajuga Pengawas Lapangan dari pihak direksi," kata Ulla. 

"Terlalu dini memvonis jika itu tidak sesuai tanpa pertimbangan teknis; apalagi pekerjaan masih sedang berjalan; jadi kami harap, jika ada yang seperti itu konfirmasi baik-baik dulu; jangan langsung menyebar isu yang bisa mengarah ke fitnah," tandasnya.*

(Agus Iskandar)

Baca Juga

0 Komentar

descriptivetext
descriptivetext
descriptivetext
© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN