SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM-- Bencana tanah longsor yang terjadi Senin (10/2/2025) kemarin, ternyata tidak hanya merubuhkan 5 rumah warga. Ternyata ditemukan 8 rumah yang tertimbun dan rubuh, dan 23 unit rumah terdampak, Selasa (11/2/2025)
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Gattareng Toa, Irwansa SIP. Kepada Wartawan SwaraIndependen.com, Irwansa menyebutkan, fakta terbaru itu didapatkan setelah pihaknya bersama tim di lapangan melakukan pendataan, dan ditemukan secara keseluruhan 8 rumah rusak parah akibat tertimbun tanah longsor.
"Kemarin, memang yg ditemukan tiga unit, dan saat terjadi longsor susulan kelihatan dua unit lagi yang tertimbun; tapi paginya (hari ini, Red), karena sudah teranhg kelihatan masih ada lagi tiga rumah yang tertimbun; jadi total ada 8 rumah tertimbun," ungkap Irwansa saat dihubungi via telepon selularnya, Selasa (11/2/2025) malam ini.
Lanjut Irwansa katakan, melihat kondisi tanah masih labil, pihaknya bersama warga dan tim tetap siaga. Dari 23 rumah yang terdampak, termasuk rumah miliknya ikut terdampak.
Dari semua rumah, baik 8 unit yang tertimbun dan rusak, maupun 23 unit yang terdampak, terdiri dari 41 Kepala Keluarga.
"Rumah saya juga pak, ikut terdampak," ujarnya.
(Agus Iskandar)
0 Komentar