Breaking News

Longsor Robohkan 5 Rumah Warga Gattareng Toa, Jalan Poros Soppeng-Barru Lumpuh Total

Nampak rumah yang menutup jalan poros Soppeng-Barru (bawah), akibat longsor di Desa Gattareng Toa Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng, Senin (10/2/2025) kemarin. (Foto: Ist/Swin)

SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM--
Akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak beberapa hari lalu, mengakibatkan tanah longsor di Desa Gattareng Toa Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng, Senin (10/2/2024).

Bencana naas ini robohkan 5 rumah warga dan 1 rumah lainnya terkena material longsoran namun tidak roboh. Selain itu arus lalu lintas jalan poros Soppeng-Barru via Buludua , lumpuh akibat tanah longsor dan reruntuhan rumah menutupi badan jalan.

Dalam sehari terjadi beberapa kali longsoran pada titik yang sama. Berawal sejak pagi (Senin, Red), sekira pukul 8.00 Wita terjadi longsor yang tidak begitu parah, meskipun sempat menutupi badan jalan dan melumpuhkan arus lalu lintas.

Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama. Arus lalu lintas Soppeng-Barru dan sebaliknya via Buludua kembali lancar, setelah Sejumlah warga dan personil TNI dari Kodim 1423/Soppeng, dengan sigap mengevakuasi material longsor yang menutup jalan.

Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak saat meninjau lokasi longsoran di Desa Gattareng Toa Kecamatan Marioriwawo, Senin (10/2/2025) (Foto: Ist/Swin)

Namun hujan terus mengguyur hingga sekira pukul 15.00 Wita, longsor kembali terjadi, dan cukup parah mengakibatkan 3 rumah roboh dan tergusur hingga ke badan jalan, akibatnya arus lalu lintas kembali lumpuh total.

Akibat tanah longsor ini, tidak ada korban jiwa, karena warga yang rumahnya berada pada titik longsoran tersebut, sudah mengungsi ke rumah keluarga terdekat yang dirasa aman. Hingga 3 unit rumah warga rusak berat milik Heriati (49), Amiruddin (80), dan Hasse (69). 

Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, saat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Gattareng Toa Kecamatan Marioriwawo, Senin (10/2/2025) (Foto: Ist/Swin)

Bencana belum berakhir sampai di situ. Sekira pukul 18.30 Wita, longsor susulan terjadi akibatkan 2 rumah warga kembali roboh tertimpa materil longsoran. Selain rumah 1 tiang listrik juga rebah, hingga PLN memutuskan arus listrik. Hingga berita ini tayang, 2 rumah tersebut belum di dapatkan identitas pemiliknya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soppeng, Shahrani SIp, mengatakan, saat menerima informasi, pihaknya langsung bergerak. Tim Reaksi Cepat BPBD Soppeng di bawah komandonya menuju lokasi, bersama personil Pemadam Kebakaran, Tim TAGANA Dinas Sosial Soppeng.

Menurutnya, sebenarnya ada 6 rumah terkena material longsoran, 5 diantaranya rubuh dan rusak parah. Sedangkan yang 1 unit rumah lainnya hanya terkena material longsor, dan tidak parah.

Melihat kondisi tidak memungkinkan, membuat petugas gabungan tidak bisa melakukan pembersihan di sekitar longsoran. Karena kondisi tanah yang labil dan hujan disertai angin kencang.

"Sangat beresiko dan dkhawatirkan kembali terjadi longsor susulan," ujar Shahrani via telepon selular, saat berada di lokasi kejadian, Senin (10/2/2025) tadi malam.

Jalan Penghubung Gattareng Toa-Umpungeng Amblas

Jalan amblas atau tanah amblas (sinkhole), di jalan menuju Bulubatu, jalan penghubung Desa Gattareng Toa Kecamatan Marioriwawo-Desa Umpungeng Kecamatan Lalabata, Senin (10/2/2025) (Foto: Ist/Swin)

Tidak jauh dari titik longsoran, jalan penghubung antar Desa Gattareng Toa dan Desa Umpungeng, terputus akibat jalan amblas, yang biasa juga disebut Sinkhole (tanah amblas).

Tanah atau jalan amblas ini terjadi sekira 100 meter dari jalan poros Soppeng-Barru. Jalan ke Bulubatu menuju Desa Umpungeng. 

Karena jalan amblas tersebut, dari jalan poros belok kanan dan mendaki sekira 100 meter, tepatnya tidak jauh dari titik lokasi longsor. 

Posisinya berada di ketinggian, sehingga diperkirakan akibat pergerakan tanah yang ada di titik longsoran yang berada di sisi jalan poros yang hanya berjarak kira-kira 50 meter setelah pertigaan naik ke jalan yang amblas.*

(Agus Iskandar)

Baca Juga

0 Komentar

descriptivetext
descriptivetext
descriptivetext
© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN