SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM– Pelayanan di RSUD La Temammala kembali menjadi sorotan. Tapi kali ini agak berbeda dari masalah layannan sebelumnya, seperti antrian pendaftaran, antrian poli, dan antrian di apotik. Hari ini, layanan yang dibatasi dan jadwalnya diundurkan, sehingga pasien harus menunggu jadwal yang belum ditentukan.
Ironisnya, hal ini datang dari sejumlah dokter spesialis melakukan aksi mogok pelayanan. Aksi ini dipicu lantaran kekosongan obat yang selama ini terjadi. Sebagai bentuk protes, para dokter spesialis membuat Pernyataan Sikap terhadap Masalah Pelayanan yang dinilai tidak kunjung ditangani oleh pihak manajemen rumah sakit, khususnya Direktur RSUD La Temmamala.
Dalam pernyataan resmi yang dibacakan oleh perwakilan dokter, mereka menyatakan, "Kami dokter spesialis hari ini, Kamis, 20 Februari 2025, memundurkan jadwal pelayanan poliklinik dan membatasi penerimaan pasien hingga waktu yang tidak ditentukan. Kami menuntut Direktur RSUD Latemammala segera menyelesaikan persoalan kekosongan obat dan masalah pelayanan yang telah berlarut-larut." Peryataan tersebut persis sama dengan pesan yang beredar secara berantai di media sosial.
Unjuk protes tersebut sebagai respon atas keluhan pasien dan tenaga medis terkait kekosongan obat-obatan di rumah sakit pemerintah ini. Padahal, diketahui jika pihak rumah sakit telah menganggarkan dana sebesar Rp17 Miliar, untuk belanja obat-obatan pada tahun ini. Namun, hingga saat ini, masalah tersebut belum juga terselesaikan, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Sikap protes yang dilakukan para dokter spesialis ini, bertepatan dengan hari pelantikan Bupati Soppeng dan Wakil Bupati Soppeng yang baru. Apalagi tersiar kabar, jika saat ini Direktur RSUD La Temammala Kabupaten Soppeng sedang berada di Jakarta dalam rangka pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Soppeng.
Sementara itu, Dewan Pengawas (Dewas) RSUD La Temammala Kabupaten Soppeng Dipa mengatakan bahwa saat ada beberapa rekanan penyedia obat telah dibayar serta ada beberapa obat yang belum datang.
"Sudah beberapa rekanan penyedia obat dan sudah dibayar dan ada juga obatnya yang belum datang, Memeng harus diperbaiki, kita Sudah proses itu, mungkin dalam Minggu ini obat-obat sudah normal," ujar Dipa, sebagaimana dikutip dari TrendSulsel.com.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak manajemen RSUD La Temmamala. Petinggi Rumah Sakit plat merah ini, Yanwar Saeful, belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan melalui pesan singkat whatsapp.*
(Agus Iskandar)
0 Komentar