![]() |
Spanduk "Bulog Soppeng Siap Serap Gabah & Beras" di depan Kantor Bulog Soppeng. Inset: Kepala Cabang Bulog Soppeng, Faisal Armin ST. (Foto: Ist/SWIN) |
Kepala Bulog Cabang Soppeng, Faisal Armin, mengungkapkan sejak Februari 2025, Bulog Soppeng sudah menyerap sebanyak hingga 16.890 ton gabah di wilayah Kabupaten Soppeng. Semua gabah yang masuk selama memenuhi standar sesuai ketentuan, Bulog beli dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Lanjut dikatakannya, dalam melakukan penyerapan gabah petani, pihaknya bekerja sama dengan 17 mitra. Mitra wajib membeli gabah petani Rp6.500 per kilogram tanpa potongan, sesuai pernyataan yang mereka buat.
Menurut Faisal Armin, pedagang mitra Bulog tidak boleh mengambil keuntungan dari penjualan gabah. Karena mitra sudah terdaftar sebagai mitra makloon, yang menyediakan jasa pengolahan ke Bulog.
"Mitra wajib beli gabah ke petani Rp6.500 per kilogram tanpa potongan, kami juga bayar Rp6.500. Karena kami juga bayar jasa makloonnya, makanya mereka tidak boleh untung dalam penjualan gabah," tegas pria yang akrab dipanggil Cikal ini, via Whatsapp, Sabtu (29/3/2025).
Menurutnya lagi, harga Rp6.500 itu tidak boleh ada potongan. Dan di lokasi ada Babinsa yang mengawasi. Jadi jika masih ada potongan, berarti mereka melakukan transaksi di saat tidak ada yang mengawasi. Biasanya itu permainan pengurus gabah atau calo.
"Kecuali petani menjual gabahnya tanpa pengawasan Babinsa, itu berpotensi ada potongan. Biasanya permainan pengurus itu," ujarnya.
Terkait gabah yang belum diangkut, antrian berhari belum dibongkar, Faisal Armin, mengakui, jika saat ini terjadi peningkatan wilayah panen, sehingga dari 17 mitra Bulog mengalami keterbatasan kapasitas penyimpanan.
“Karena ada peningkatan wilayah panen, sehingga 17 gudang penyimpanan milik mitra Bulog, penuh dengan gabah hasil serapan," ungkapnya.
Meski demikian, Faisal menegaskan, pihaknya terus berupaya menjemput gabah dari petani dengan bekerja sama dengan TNI untuk mempercepat proses distribusi.
“Sebagian gabah yang sudah terserap telah terangkut dan sedang diolah di penggilingan mitra Bulog. Sampai saat ini, tim kami bersama TNI masih mengupayakan untuk melakukan penjemputan gabah-gabah tersebut,” jelasnya.
Terkait keluhan tidak bisa menjual gabah ke pedagang luar Soppeng akibat adanya larangan dari Babinsa yang melakukan pengawasan, itu sengaja dihembuskan oleh para tengkulak atau pengurus gabah. Karena mereka tidak lagi bisa jual ke pelanggannya yang dari luar Soppeng.
"Larangan gabah dijual ke luar Soppeng itu, merupakan kebijakan Dandim 1423 Soppeng. Dandim perintahkan Babinsa untuk mengawasi transaksi jual beli gabah. Jadi gabah di Soppeng, Bulog serap semuanya," tandas Faisal Armin.*
(Wiwiek/Red)
0 Komentar